Kecemasan Berlebihan dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Merasa cemas merupakan hal yang wajar terjadi. Perasaan cemas atau khawatir merupakan respon alami terhadap stres dan tekanan oleh tubuh Anda. Orang dapat merasa gugup atau cemas tentang situasi sosial manapun, entah saat pertama kali sekolah atau memulai pekerjaan baru. Namun, ada beberapa orang yang kerap kali mengalami kecemasan berlebihan. Sampai batasan mana rasa cemas tersebut dianggap terlalu jauh?

Meskipun perasaan cemas dan khawatir akan berlalu setelah keadaan dapat diatasi, tetapi tetap perlu diawasi. Sebab, kecemasan berlebihan yang tidak dapat terkontrol dan berujung pada rasa takut tanpa sebab dapat bertanda Anda mengidap gangguan kecemasan atau biasa disebut sebagai anxiety disorder.

Setiap orang memang dapat merasakan kecemasan berlebihan. Tetapi rasa cemas dapat menjadi gawat ketika sudah mengganggu interaksi dengan orang lain dan kehidupan sosial. Para penderita gangguan kecemasan pun biasanya tidak dapat bersosialisasi dengan normal. Karena itu, butuh pengobatan dan  yang dapat mengatasi kondisi tersebut.

Gangguan kecemasan yang disebabkan oleh kecemasan berlebihan dapat disebabkan oleh beberapa jenis, yaitu

Gangguan Kecemasan Umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Gangguan kecemasan umum merupakan kecemasan berlebihan yang sangat kronis tentang kehidupan sehari-hari. Rasa cemas ini dapat menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya, sehingga sulit untuk berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas sehari-hari. 

Jika rasa cemas biasa muncul karena ada pemicu yang jelas, orang yang mengalami gangguan kecemasan GAD biasanya merasa khawatir tanpa ada alasan. Gejala ini pun biasanya berlangsung setidaknya selama 6 bulan. Selain itu, seseorang dengan GAD mungkin menjadi lelah karena khawatir dan mengalami sakit kepala, tegang, dan mual.

Gangguan Kecemasan Sosial atau Social Anxiety Disorder

Lebih dari sekedar malu, gangguan menyebabkan ketakutan yang intens tentang interaksi sosial. Orang yang menderita social anxiety disorder biasanya memiliki kecemasan berlebihan dan kekhawatiran yang irasional tentang penghinaan. Misalnya, mengatakan sesuatu yang bodoh atau tidak tahu harus berkata apa saat berinteraksi dengan yang lain. Serangan panik biasanya sering terjadi sebagai reaksi terhadap interaksi sosial.

Gangguan Panik atau Panic Disorder

Gangguan ini biasanya ditandai dengan gangguan cemas yang muncul tiba-tiba dan sangat intens. Selain itu juga memiliki gejala fisik seperti jantung berdebar, nyeri dada, dan sesak napas. Serangan panik biasanya terjadi berulang kali tanpa adanya peringatan atau pemicu yang jelas. Para penderita pun biasanya menghindari gangguan panik dengan melakukan isolasi sosial.

Fobia

Kita biasanya menghindari sesuatu yang membuat kita tidak nyaman. Tetapi, penderita fobia biasanya memiliki rasa takut dan cemas berlebih terhadap suatu objek, situasi, atau tempat. Orang yang menderita fobia biasanya tahu bahwa ketakutan mereka irasional, tetapi mereka tetap tidak bisa melepaskan fobia tersebut. Beberapa fobia yang mungkin sering didengar seperti takut pada ruangan sempit, laba-laba, ketinggian, ruangan gelap, dan lain sebagainya.

kecemasan berlebihan biasanya disebabkan oleh banyak faktor. Meski demikian, sampai saat ini, masih belum diketahui dengan pasti mengapa gangguan kecemasan dapat terjadi. Berikut beberapa penyebab kecemasan berlebihan menurut para ahli:

Genetik

Beberapa studi memperlihatkan bukti bahwa gangguan kecemasan merupakan penyakit bawaan gen atau faktor keturunan. Berdasarkan penelitian oleh seorang psikolog di University of Cleveland, 30%-40% kasus gangguan kecemasan berasal dari faktor genetik. Beberapa keluarga bahkan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dibanding yang lain. 

Lingkungan

Faktor luar juga dipercaya dapat menyebabkan gangguan kecemasan berlebihan. Pengalaman yang membuat stres atau traumatis seperti pelecehan, kematian orang yang dicintai, kekerasan atau bullying, serta penyakit yang berkepanjangan sering dikaitkan dengan penyebab dari gangguan kecemasan.

Sangat penting untuk mengetahui gejala dan jeni gangguan kecemasan yang diderita oleh seseorang agar dapat perawatan dengan benar. Terkadang, gangguan cemas juga dapat muncul dengan kondisi kesehatan mental lainnya dan dapat berdampak sangat buruk bagi kesehatan. Karena itu, bicarakan dengan dokter atau psikolog jika Anda mengalami kecemasan berlebihan dan kesehatan mental lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *